Tentu banyak orang yang berfikir bahwa orang yang tinggal di luar negeri (native speaking countries), pasti akan berkembang bahasa Inggrisnya dan ketika pulang ke kampoeng halaman pasti bisa ngomong Inggris dengan cas…ciss…cusss.
Tapi ternyata kasusnya tidak selalu begitu. Semua tergantung, tergantung seberapa bolong telinganya, seberapa berani mencoba, dan seberapa sering latihan. Jadi sebenarnya pada akhirnya ada di luar negeri atau tidak, tidak menjamin bahwa seseorang akan menjadi good speaker of English. Contoh konkretnya adalah awakku dhewe. Meskipun aku sendiri adalah dari jurusan bahasa Inggris, dosen bahasa Inggris, sedang belajar pembelajaran bahasa Inggris, dan berada di English native speaking countries tapi aku tidak merasa kemampuan komunikasi bahasa Inggrisku ada perkembangan. Aku sebenarnya sudah menyadari akan hal ini sejak semester satu, ketika aku selalu saja nervous ketika mengungkapkan pendapat dikelas, sebriliant apapun sebenarnya pendapat itu. Sejalan dengan waktu, tentu kadar ke-nervous-an itu berkurang. Dan aku cukup memiliki telinga yang bolong, sering mencoba, dan sering latihan oral communication di kelas dan diluar kelas. Dan tidak terlalu banyak masalah. Tapi, itu semua kan dalam konteks belajar, dalam konteks mempelajari ilmu yang memang sedikit banyak aku kuasai, jadi aku ‘ngeh’ dengan apa yang orang disekitarku bicarakan dan ‘ngeh’ dengan apa yang harus kubicarakan. Kalo dilihat dari teorinya Krahsen sich dalam konteks komunikasi yang ini aku memperoleh ‘comprehensible input’ dan bisa memproduksi ‘comprehensible output’.
Tapi kasus yang satu ini berbeda dengan yang itu. Kemarin aku ke ITS menanyakan apakah aku bisa mendapat program Ms Office untuk netbookku. Kata staff-nya ” You need to ‘logjob’ (krunguku)”. Aku mengklarifikasi kalau aku sudah ke perpus dan disarankan ke ITS, dia bilang ” Yes, that’s right. But we can’t just install it to your machine. You have to ‘logjob’. What you need to do is call the ITS desk and ‘logjob’.”
“All right” jawabku. Meskinpun aku sebenarnya nggak mudeng dengan apa yang dia maksud dengan ‘logjob’ yang dia sebut sampai tiga kali, aku berlalu dari situ karena dibelakangku banyak antrian. Sepanjang jalan ke kantor aku bertanya-tanya ‘opo se ‘logjob’ iki, aku gak tau krungu’.
Sampai di kantor aku coba buka website kampus dan mencari log job di page-nya ITS. Dan oooooalah maksude iku ‘Log a job’ alias daptar untuk mendapat layanan. Huh. Ternyata kupingku nggak bolong untuk masalah per ITS-an.
Hal yang sama ternyata terjadi lagi. Barusan aku taruh pantat di kursi depan komputer. Jenny teman sekantorku nyamperin. Dia bawa secangkir teh, tapi bukan buaku. Dia bilang ‘the jag jas boil if yu wud laik e kap of ti’.
Aku tersenyum dan bilang ‘Thank you”. Masiyo sebenarnya aku nggak seberapa mudeng dia bilang apa, aku bilang thank you aja. Dan aku tidak berusaha mengklarifikasi. Kenapa? aku sendiri juga tidak tahu mengapa?
Setelah tak pikir2, dan setelah mendengar bunyi air mendidih dari dapur, baru aku ngeh. Ternyata yang dia maksud, “The jug is boiling if you would like a cup of tea.” Huh.
Meskipun teori Krashen banyak diperdebatkan karena not researchable, tapi kedua pengalaman diatas membuktikan bahwa untuk bisa memahami dan belajar bahasa perlu ‘here and now’ condition to make input comprehensible. Dan ‘to make progress perlu i+1. Untuk kasus pertama aku ndak punya i jadi yo gak nyambung. Kondisi ‘here and now’ juga tidak terpenuhi karena yang dibicarakan adalah hal abstrak yang belum bisa ku acquire. Pada kasus kedua ada aspek ‘here and now’ dan ada aspek i (kosakata jug, boil, cup, tea). Meski agak lemot tapi akhirnya paham apa yang dibicarakan Jenny, yang berarti ada comprehensible input.
Kedua contoh diatas hanyalah sedikit contoh dari gap-gap antara interlocutor dan masih banyak lagi pengalaman yang lain. apalagi pengalaman dari Abi, jauh lebih banyak lagi, yang pada intinya meski kita berada di luar negeri, tapi perbedaan antara ’schemata’ yang kita miliki dengan ‘what is actually spoken’ oleh native speaker sering memunculkan pertanyaan …:What the ‘h…..’ are they talking about?














































































